Belajar Yang Terbaik adalah Mengajarkan

Kamis, 11 Desember 2014

On 08.19 by Unknown in ,    No comments

Assalamualaikum wr.wb mas broo , mau curhat dikit nih boleh yaa. Malem-malem gini baru balik dari Lab TKJ masih harus buat tutorial lewat postingan , badan udah gak mau diajak duduk mantengin PC. Dari tadi nih badan curhat minta di pijet . Malem - malem gini nyari tukang pijet rada susah , mau minta tolong Mamiih juga gak enak , kasihan kecapean. Ya sudahlah paksakan saja !
Oke demikian tadi tentang postingan kali ini yang berjudul "Pinggangku Minta di Urut" , eeeeh salah.
Udahan ah curhat curhatannya sekarang masuk ke inti pembahasan aja ah. Kali ini AJON mau ngebahas sedikit tentang Routing Static di Mikrotik. Sebelumnya mohon maaf ane belom buat postingan tentang berbagai jenis Routing , jadi ane bahas sedikit aja ya penjelasan tentang Routing Static.

Jadi Routing Static adalah proses routing yang dilakukan untuk menghubungkan Network yang tidak terhubung langsung dengan router dan proses nya dilakukan secara manual, jadi Sang Admin harus mendaftarkan secara manual Network yang menjadi Destination kedalam TABEL ROUTING berikut dengan Gatewaynya. Pahaam ?? Kalo kurang paham mohon maaf mas broo , silakan gugling ^^.

Langsung aja ke pembahasannya , topologi yang bakal dibuat kurang lebih begini Jon.


Konsep dari routing static sendiri saya kutip dari "Buku Mikrotik KungFu Kitab 2 Terbitan Jasakom". Om Rendra bilang begini , 
Prinsip yang dapat Anda gunakan dalam menerapkan routing statik adalah "MAU KEMANA" dan "LEWAT MANA". 
Jadi intinya adalah untuk membuat Routing Static kita harus Lihat dulu kemana tujuan nya dan mau lewat mana. Kita juga harus paham betul jalur terbaik untuk sampe ditujuan. Sebagai contoh ente mau ke Pasar , untuk mencapai Pasar tersebut sebaiknya ente lewat jalur mana ??
Udah ah jangan diambil pusing konsepnya langsung aja ke Konfigurasi CEKIDOT !


KONFIGURASI ROUTER-1
1. Membuat Tabel Routing Router-1
Setelah menyimak gambar diatas selanjutnya kita akan mulai konfigurasinya dari Router "Mikrotik" , disini ane gak membahas cara setting IP lagi , di postingan ini lebih menjurus ke routing nya.
  • Mendaftarkan Network 15.15.15.0/24


2. Memeriksa Tabel Routing Router1
Selanjutanya kita lihat tabel routing nya , apakah sudah terbuat untuk melihatnya gunakan perintah dibawah ini , Tabel routing Static nya ane kasih warna kuning biar mudah dibaca.



KONFIGURASI ROUTER-2
1. Membuat Tabel Routing Router-2
Konfigurasi Router 1 sudah , selanjutnya kita konfigurasi Router 2 , caranya masih sama kok cuman network dan gatewaynya aja yang dibedain.
  • Mendaftarkan Network 14.14.14.0/24


2. Melihat Tabel Routing Router-2
Kemudian cek tabel routingnya , kalo berhasil pasti sudah terbuat.


PENGUJIAN

Untuk pengujian silahkan coba ping dari Router ke Network Client Router Lain. InshaAllah berhasil,
Sebagai contoh disini Router1 ke Network 15.15.15.0/24


Coba juga ping dari Router2 ke Network 14.14.14.0/24



Oke mas broo , kalo udah bisa saling nge-ping tandanya sudah berhasil , sekian dulu ya tentang basic Routing Static nya , InshaAllah nanti bakal ane posting penjelasan lebih lanjut tentang Routing Static berikut implementasinya di Skala yang lebih Kompleks,
Oh ya semua Postingan tentang Mikrotik ini ane Pelajarin di Buku Mikrotik KungFu Kitab 1 Terbitan Jasakom , pengarangnya Om "Rendra Towidjodjo".

Oke Wassalam 
AJON !
On 03.54 by Unknown in ,    No comments

Walaaah gak kerasa ternyata ini kedua kalinya ane mem-posting tentang mikrotik di Sore hari ini. (Padahal baru 2 doang) , cuma bikin 2 tutorial aja lamanya minta ampun , dikarenakan mencari software untuk membuat topologi jadi nya lama begini. Ane pun bingung kayak nya ada yang kurang deh dari tutorial-tutorial sebelumnya , ternyata masih kurang dibagian topologi nya , terpaksa deh ngubek ngubek link download buat download software gituan doang wkwkwk.
Oke lupakan dulu sejenak tentang curhatan Anak STM sekarang saatnya masuk ke pembelajaran , untuk menemani sore menjelang maghrib ini ane mau sharing - sharing lagi , Masih tentang Mikrotik tentunya yaitu tentang DHCP Server di Mikrotik. Para AJON pasti tau dong tentang DHCP ??
Kalo belom tau ane kasih ringkasan dikit deh

DHCP adalah Protocol Jaringan yang memungkinkan sebuah perangkat jaringan membagi IP address kepada komputer-komputer client secara otomatis. Pahaam ???
Kalo udah paham langsung aja ke langkah konfigurasinya laah ,

Kurang lebih topologi yang bakal dibuat begini,


Dari topologi diatas pasti ente udah pada tau kan maksudnya apa ?
Jadi ane mau bikin DHCP untuk ether2/Local/Client , yang nantinya PC client tidak perlu memasukkan IP secara static , melainkan secara Otomatis. Langsung aja lah ke tahap nyee.

1. Membuat DHCP Server
Yang pertama dan inti dari pembahasan ini tentu saja membuat Layanan DHCP Server , di postingan ini ane bikin secara simple aja , jadi gak terlalu kompleks karena DHCP ini hanya untuk 1 LAN, untuk penjelasan lebih mendalamnya mungkin kapan-kapan
  • CLI


2. Keterangan Perintah
Kalo yang masih belum paham ane jelasin satu persatu baris diatas ,
1. Yang pertama ada perintah dibawah ini , perintah ini adalah perintah yang digunakan untuk menjalankan layanan Dhcp server.


2. Yang kedua , shalat malam dirikanlaaah ! , eeeh salah . Yang kedua ada baris yang menyatakan interface mana yang akan diberikan IP DHCP , dalam hal ini ane pakai ether2 karena ane mau bikin DHCP Server buat PC local/client.


3. Ada baris yang menyatakan network dari IP DHCP nya , karena ane pakai /24 dan blok pertama , jadi ane pakai network 14.14.14.0/24



4. Baris selanjutnya adalah gateway dari IP Client tersebut , yaitu IP ether2 Mikrotik ente masing-masing.


5. Baris selnajutnya itu range/pool dari IP address yang diberikan.


6. Kemudian kita masukkan DNS Servernya,


7. Kemudian kita masukkan lamanya Mikrotik akan memberikan IP kepada user , ini diusahan jangan terlalu lama , tapi tergantung kebutuhan juga.


  • GUI
Untuk konfigurasi GUI nya benar-benar mudah , tinggal Klik menu 
IP ---> DHCP SERVER ---> Setup



3. Pengecekan DHCP

Sekarang DHCP Server sudah bisa digunakan , untuk mengeceknya bisa gunakan perintah berikut.


Kita juga bisa mengecek siapa saja yang telah menggunakan IP DHCP nya.


Secara GUI bisa diliat di IP --> DHCP Server -- Lease


Tadaaa selesai sudah pembahasan tentang DHCP Server di Mikrotik , postingan ini masih membahas tentang konsep DHCP secara simple , untuk konfigurasi kompleks nya nanti akan diusahakan untuk dibuat , Nantikan saja kelanjutannya yaa
To Be Continue ....
Wassalam
AJON !!
On 01.21 by Unknown in ,    No comments


Assalamualaikum wr. wb para Jones yang sedang menghibur diri dengan berkeliaran di internet , selamat berkunjung di blog gak jelas ini , gimana cuaca sore ini ???
Kalo di planet bekasi sih lumayan sejuk laah , tapi tidak sesejuk cintaku padanya , (cuit cuit.)
Oke untuk menemani sore hari yang sejuk ini ane selaku admin gak jelas dari blog ini bakal sharing lagi sedikit , masih seputar Mikrotik kali ini AJON mau sharing tentang Backup And Restore Konfigurasi Mikrotik .
Kalau sebelumnya ane udah pernah posting tentang Backup and Restore IOS di Packet Tracer kali ini konsepnya hampir sama tapi bedanya ini Backup dan Restore konfigurasi dan dilakukannya di Mikrotik. Yaa masih sejenis laah sama sama networking ^^.

Oke langsung aja yaa ke langkah nyaa.

BACKUP :
1. Backup configuration.

Oke langsung aja tanpa basa basi kita ke inti pembahasan , karena kita akan membackup konfigurasi mikrotik maka hal pertama yang dilakukan adalah membackupnya (Yaa iyaa laah ).

  • CLI
Hasil backup an ini nantinya akan tersimpan di menu File dengan tambahan ekstensi .backup  
2. Cek hasil backup-an.

Karena file backup an akan tersimpan di menu FILE,  kita bisa melihatnya dengan perintah berikut ,


  • GUI
Untuk konfigurasi secara GUI nya mudah , klik saja menu FILE --> Backup.
Selesaai !


Kita bisa juga melakukannya dengan cara Drag n Drop , jadi kita hanya tinggal menyeret file konfigurasinya kedalam Folder di Windows. Untuk Drag n Drop pula bisa digunakan di dalam merestore File nya.
Taraa mudah kan cara backupnya. Selanjutnya kita akan coba merestore konfigurasinya.
Siap - siap mas brooo !

RESTORE :
1. Cek File lewat FTP.

Kita bisa melihat file hasil backup-an dengan ftp mikrotik , caranya cukup mudah tinggal buka windows explorer atau browser dan ketikkan ftp://IPSERVER , kemudian tinggal di download atau di copy saja file konfigurasinya kedalam folder manapun.




2. Restore File

Selanjutnya tentu saja kita tinggal merestore Filenya , seperti saya katakan sebelumnya dalam hal Backup dan Restore Konfigurasi Mikrotik kita bisa menggunakan cara "Drag n Drop". Tapi kita juga bisa menggunakan cara berikut.


Untuk lewat GUI nya caranya mudah , Klik FILE --> Restore. Selesai !



TARAAA selesai sudah pembahasan tentang Backup And Restore , cukup mudah kan apalagi pake cara Drag n Drop itu jauh lebih mudah , Oke sekian dulu yaa semoga bermanfaat Terus nantikan kelanjutan Tutorial gak jelas dari blog ini.
Wassalam !
AJON !





Rabu, 10 Desember 2014

On 01.49 by Unknown in ,    No comments
Assalamualaikum wr.wb mas dan mba broo , balik lagi di blog gak jelas ini bersama Admin yang gak jelas pula dalam acara Sejam bersama AJON !.
Alhamdulillah AJON lagi bahagia karena telah selesai UAS dan bisa kembali lagi mengisi blog gak jelas ini dengan postingan postingan gak jelas pula, yeeeeeey !!

Oke karena hari ini AJON lagi bahagia jadi disore ini ane mau sharing sedikit lagi tentang NTP atau Network Time Protocol , masih inget kan pengertian dan Fungsi NTP buat apa ?? Waktu itu juga ane pernah posting tentang NTP tapi kali ini berbeda dari seblumnya , kalo sebelumnya konfigurasi NTP di Linux , kali ini ane bakal sharing tentang NTP di Mikrotik.
Langsung aja lah tanpa basa-basi kita ke langkah konfigurasi nya. Cekidot !

1. KONFIGURASI NTP CLIENT :
1. Cek IP ntp.org

Karena kita ingin mengkonfigurasi NTP , hal pertama yang dilakukan adalah mengecek IP dari NTP.org nya yang nantinya dijadiin Server NTP, ada 2 cara buat ngeceknya yaitu.
  • Dengan cara Ping ke ntp.org nya , disitu bakal keliatan IP yang reply.

  • Dengan cara nslookup , fungsi nslookup itu untuk melihat IP dari sebuah domain.



2. Remote Mikrotik

Kemudian remote RouterMikrotik nya menggunakan Winbox , masih inget kan caranya , pasti masih lah tinggal klak klik doang wkwkw


3. Konfigurasi NTP Client

Setelah diremote kemudian ketikkan syntak berikut di bagian New Terminal. Dibagian primary-ntp masukkan IP dari ntp.org nya .



Untuk konfigurasi GUI nya cukup gampang, tinggal klik System --> NTP Client , kemudian ceklis bagian enable trus masukin IP ntp nya.


4. Zona Waktu.

Selanjutnya kita tinggal masukkan Zona Waktu daerah kita , masukkan Asia/Jakarta = WIB , Asia/Makassar = WITA dan Asia/Jayapura = WIT. Cuman ane punya kendala disini , ane kan tinggal di BEKASI , jadi ribet dah nyamain Zona Waktu nya sama daerah mana. Akakaka Orang bekasi pasti tau lawakan itu xD.


Kemudian cek Zona Waktu nya sudah teredit atau belum.



KONFIGURASI NTP SERVER :

Setelah sudah selanjutnya kita akan menjadi Mikrotik sebagai NTP Server yang nantinya digunakan oleh client local nya.

1. Aktifkan NTP Server

Untuk melakukan konfigurasi NTP Server kita harus terlebih dahulu mengaktifkan fitur NTP Server nya, berikut caranya


Maksud dari perintah diatas adalah , kita mengaktifkan fitur NTP Server dengan fitur Broadcast yaitu akan disebar ke semua network , dengan acuannya adalah IP Broadcastnya , dan menonaktifkan fitur Multicast , karena multicast hanya untuk beberapa IP saja.

Untuk cara GUI nya , klik System --> NTP Server.


2. Pengujian di Client.

Untuk pengujian di client nya caranya sama seperti saat di linux. Yaitu tinggal synchonisasi saja ,klik bagian Internet Time ---> Change Setting , kemudian masukkan IP Server dan Update Now.




Taraa selesai sudah konfigurasinya mudah kan.
Makasih sudah mampir ke blog gak jelas ini ,
Kalo ada yang kurang jelas mohon ditanyakan
Wassalam
AJON !

Senin, 08 Desember 2014

On 07.25 by Unknown in , ,    2 comments

Assalamualaikum wr . wb
Yooo, yoo ,yoo whats up broo ??
Kembali lagi di postingan ane Admin gak jelas ini , gak kerasa udah lama banget gak ngeblog dikarenakan AJON lagi berurusan dengan yang namanya UAS jadi lupa sama nih blog. Huuu maafkan aku yaa inkakii , gara gara UAS ente gak keurus.
Oke untuk menemani kawan-kawan yang gak pernah mampir kesini , ane mau sedikit nyinggung masalah VOIP lagi , tapi kali ini agak beda karena ane cuma ngelakuinnya secara simulasi di Cisco Packet Tracer.

Oke langsung aja laah buka cisco packet tracer nya kemudian masukkan hardware-hardware berikut kedalam lembar kerjanya.
Yang harus disiapkan adalah :
  • 1 Router Jenis 2811 (Hanya router ini yang menyediakan Telephony Service/Voip)
  • 1 Switch
  • 3 IPPhone sebagai client.
Topologinya kurang lebih bakal kayak gini nih broo :



# LANGKAH KONFIGURASI

Oke setelah semua persiapan sudah selesai , saatnya kita berperang dengan konfigurasinya , pertama-tama kita bebas mau memulainya dari hardware apa , bisa dari router atau pun switch.
Di sini ane nyobanya dari switch biar lebih mudah kalo mau dikembanginnya.

1. KONFIGURASI SWITCH


Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface range fastEthernet 0/2-4
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport voice vlan 1
Switch(config-if-range)#exit

2. KONFIGURASI ROUTER

A. Memberikan IP untuk Eth0

Hal yang pertama dilakukan untuk konfigurasi switch adalah memberikan IP untuk Eth0 atau untuk ke arah switch/client. Kenapa mesti diberi IP ??? Ya iyalah kalo gak pake IP mana bisa saling kenal satu sama lain antar client dan router.
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

B. Memberikan IP DHCP untuk IPPhone

Selanjunya kita akan membuat IP DHCP untuk IPPhone . Kenapa mesti dikasih dhcp , kenapa gak static aja ?? Begini mas broo untuk IPPhone kita tidak bisa memberikan IP secara static , jadi kita harus memberikannya secara DHCP.
Router(config)#ip dhcp pool VOIP
Router(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#default-router 192.168.1.1
Router(dhcp-config)#option 150 ip 192.168.1.1
Router(dhcp-config)#exit

Keterangan :
NETWORK adalah  alamat network untuk client dengan netmask seperti contoh diatas.
DEFAULT-ROUTER adalah alamat IP router sebagai server VoIP
OPTION 150 adalah opsi yang berisi lebih dari 1 alamat IP (host) , tidak seperti
OPTION 66 yang hanya memiliki 1 host saja. Nah untuk option ane cuma tau 2 yaitu 150 dan 66 jadi kalo kurang jelas searching aja yaa. Maaf mas broo.

C. Membuat Telephony Service/Layanan Voip.

Nah sekarang tiba saatnya di bagian paling penting yaitu membuat Router nya menjadi server Voip yaitu dengan Membuat Telephony Service. Untuk konfigurasinya bisa dibilang cukup mudah.
Router(config)#telephony-service
Router(config-telephony)#max-ephones 3
Router(config-telephony)#max-dn 3
Router(config-telephony)#ip source-address 192.168.1.1 port 2000
Router(config-telephony)#auto assign 1 to 3
Router(config-telephony)#exit
Keterangan lagii :
Ø  max-ephones adalah jumlah nomer Telephone Client
Ø  max-dn adalah jumlah direktori phone untuk client
Ø  max-ephones dan max-dn harus disamakan jumlahnya
Ø  ip source-address adalah alamat ip server sebagai penyedia layanan
Ø  auto assign artinya router secara otomatis mendaftarkan alamat ip serta nomer telepon untuk client. 

D. Memberikan NOMER dan IP untuk client.

Sekarang Router sudah menjadi VOIP Server yeeeeey , tapi itu masih belum lengkap. Masa udah jadi server tapi gak ada client nya , kan jadi gak berguna tuh server. Jadi langkah selanjutnya adalah memberikan nomer dan IP kepada client/IPPhone.

Router(config)#ephone-dn 1
Router(config-ephone-dn)#number 1001
Router(config-ephone-dn)#exit
Router(config)#ephone-dn 2
Router(config-ephone-dn)#number 1002
Router(config-ephone-dn)#exit

Router(config)#ephone-dn 3
Router(config-ephone-dn)#number 1003
Router(config-ephone-dn)#exit
Gak usah diterangin kalian pasti udah ngerti kan maksud diatas.
Oke selesai sudah tahap konfigurasinya sekarang tinggal dicoba aja dicek apakah nomer dan IP sudah didapat di IPPhone , jika sudah coba saling telpon dari client 1 ke client yang lain.
Nih ane kasih contoh , kalo udah berhasil dan saling telpon maka bacannya itu "CONNECTED".


Oke mas dan mba broo . sekian dulu pembahasan tentang VOIP On Packet Tracer . mau belajar dulu buat besok ulangan. Thanks udah berkunjung
Wassalam
AJON !

Senin, 01 Desember 2014

On 09.16 by Unknown in ,    No comments


Assalamualaikum wr.wb , Alhamdulillah ini adalah postingan terakhir buat malam ini tentang PORT SECURITY Di PACKET TRACER. Meskipun cuma 4-5 postingan tapi nih mata udah mulai pegel. tapi syukur alhamdulillah masih diberi kekuatan oleh Allah sampe bisa nulis nih postingan.

Oke langsung aja laah ke inti pembahasan yaitu tentang Port Security VIOLATION , setelah sebelumnya ane udah ngebahas tentang port security Static Dan Sticky. Didalam Security VIOLATION ini terdapat 3 jenis  yaitu Violation Shutdown , Violation Restrict dan Violation Protect. Yang mana jika user mengganti jumlah mac address sebanyak yang ditentukan akan dikenakan sesuai dengan action diatas.

Disini ane akan mencoba konfigurasi ketiganya yaitu Violation Shutdown , Protect dan Restrict, untuk topologi nya sekarang agak sedikit beda , disini ane pake router buat nyobanya

KETERANGAN :
Interfaces                   IP Address                           Netmask
Fa 0/1              -           199.199.199.1                -       255.255.255.0
Fa 0/2              -           199.199.199.2              -       255.255.255.0
Fa 0/3              -           199.199.199.3              -       255.255.255.0
Fa 0/4              -           199.199.199.4              -       255.255.255.0
Fa 0/5              -           199.199.199.5              -       255.255.255.0 

#Konfigurasi IP di Client

Untuk mengisi IP di PC caranya cukup mudah yaitu sebagai berikut
Klik PC ===> Desktop ====> IP Configuration ===> Masukkan IP nya


Silahkan isikan IP nya sesuai keinginan .




Kemudian kita atur IP untuk router 
Router>enable
Router#conf t
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 199.199.199.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown 

Selanjutnya test ping seperti biasa , jika sudah lalu periksa Tabel Mac address di Switch
Switch#sh mac-address-table
          Mac Address Table
-------------------------------------------
Vlan    Mac Address       Type        Ports
----    -----------       --------    -----
   1    0005.5e55.d54d    STATIC      Fa0/5
   1    0040.0b62.989c    STATIC      Fa0/3
   1    0090.0c2e.6822    STATIC      Fa0/2
   1    00d0.d3ae.8b01    STATIC      Fa0/1
   1    00e0.b0e5.b18e    STATIC      Fa0/4

1. KONFIGURASI VIOLATION SHUTDOWN

Switch#conf t
Switch(config)#int range fastEthernet 0/1-5
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport port-security
Switch(config-if-range)#switchport port-security maximum 2
Switch(config-if-range)#switchport port-security violation shutdown
Kemudian kita coba mengubah Mac address router sebanyak 2 kali ,
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#mac-address aaaa.bbbb.cccc
Router(config-if)#mac-address aaaa.bbbb.ffff
Setelah mac address router diganti sebanyak 2x maka Router akan shutdown dan tidak dapat terkoneksi dengan client yang lainnya.



2. KONFIGURASI VIOLATION PROTECT

Untuk Konfigurasi Violation Protect caranya sama saja seperti shutdown hanya kita mengubah jenis violationnya.
Switch#conf t
Switch(config)#int range fastEthernet 0/1-5
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport port-security
Switch(config-if-range)#switchport port-security maximum 2
Switch(config-if-range)#switchport port-security violation protect
Kemudian kita coba mengubah Mac address router sebanyak 2 kali ,
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#mac-address aaaa.bbbb.cccc
Router(config-if)#mac-address aaaa.bbbb.ffff
Ketika router sudah mengganti mac-address sebanyak 2 kali maka Router tidak down/shutdown. Link nya masih tetep ON hanya saja ketika melakukan Ping akan failed

 


3. KONFIGURASI VIOLATION RESTRICT

Seperti saya sebutkan sebelumnya bahwa Konfigurasi Security Violation itu pada dasarnya sama saja , kita hanya harus mengubah jenis violationnya
Switch#conf t
Switch(config)#int range fastEthernet 0/1-5
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport port-security
Switch(config-if-range)#switchport port-security maximum 2
Switch(config-if-range)#switchport port-security violation restrict
Kemudian kita coba mengubah Mac address router sebanyak 2 kali ,
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#mac-address aaaa.bbbb.cccc
Router(config-if)#mac-address aaaa.bbbb.ffff
Ketika router sudah mengganti mac-address sebanyak 2 kali hasilnya akan sama seperti violation Protect , link router tidak akan mati , tapi router tidak dapat melakukan PING ke client lain .

 


OKE Sekian dulu tentang Port Security di Packet Tracer , lanjut ntar yaa
udah ngantuk parah ini ,
semoga aja besok gak tepar di Lab
Wassalam AJON !