Belajar Yang Terbaik adalah Mengajarkan

Tampilkan postingan dengan label SSH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SSH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2014

On 20.02 by Unknown in , , ,    No comments

Assalamualaikum wr . wb
Bertemu lagi dengan saya AJON , masih dengan suasana yang menyejukkan di hati , dan menikmati hangat nya suasana kebersamaan di Pesantren IDN ^_^. Meskipun masih belum terbiasa banget bangun pagi bikin tutorial tapi ane berusaha nikmatin laah , apalagi dengan suasana yang begini InshaAllah semua tutorial Lancaaaarrrrr ~.

Oke udahan basa basi nya , sekarang kita lanjut ke tutorial Mikrotik , yaitu tentang Macam - Macam cara Meremote Routerboard. Yang namanya Hardware gak mungkin dong di bongkar trus dikonfig didalem nyaa , jadi kita butuh sebuah Aplikasi sebagai perantara untuk meremote RB tersebut.
Di dunia Mikrotik cara untuk meremote yang paling terkenal adalah Winbox , tapi sebenarnya masih ada lagi aplikasi untuk meremotenya dan di postingan ini akan Ane bahas sedikit contoh aplikasinya.

1. Winbox


Yang pertama adalah Winbox , aplikasi ini erat kaitannya dengan Mikrotik. Aplikasi ini digunakan untuk meremote RouterBoard ataupun RouterOS Mikrotik. Winbox ini berjalan di Port 8291 protocol TCP.
Berikut cara Menggunakan Winbox , Buka winbox kemudian Remote menggunakan Mac Address


Kemudian inilah tampilan Winbox nya


Aplikasi ini banyak digunakan karena sangat mudah ketika digunakan untuk melakukan konfigurasi , kenapaa mudah ??
Karena di Winbox terdapat Fitur GUI , jadi kita tinggal klak klik saja menu perintah yang digunakan , kalo bosen sama GUI kita bisa langsung beralih ke mode CLI dengan fitur "New Terminal".



2. WebFig

Yang kedua adalah WebFig , dengan menggunakan ini kita bisa melakukan konfigurasi melalui Browser , tentu saja kita harus mempunyai browser terlebih dahulu , kita bisa menggunakan Mozilla, Chrome atau apalah , yang penting browser. Webfig ini tentu saja berjalan di Port 80 , sebagaimana HTTP lainnya.
Cara meremotenya mudah , buka browser kemudian ketikkan IP dari Router , kalo sudah dikonfigurasi seblumnya kita masukkan IP ether yang terhubung ke Client , jika belum kita bisa menggunakan IP Default nya yaitu 192.168.88.1



Kemudian inilah tampilan dari Web Fig, Tampilannya hampir sama kan dengan Winbox , hanya bedanya ini berada di Browser.


3. Telnet
Kemudian yang ketiga ada yang namanya Telnet , pasti tau dong aplikasi ini . Telnet ini berjalan di port 23 protocol TCP , untuk menjalankan aplikasi ini di windows caranya cukup mudah.
Buka Command Prompt/CMD , kemudian ketikkan
telnet [IP Router]


Tampilannya adalah seperti berikut


Bisa dilihat kan tampilannya adalah Clear Text / CLI , Kalo kalian pernah konfigurasi RouterOS maka tampilannya akan sama sepert ini. itulah yang menjadi alasan aplikasi ini jarang digunakan , karena bentuknya clear text dan tidak terlalu aman.

4. Secure Shell a.k.a SSH


Yang terakhir yang akan dibahas di sini adalah SSH , kalo kalian mengikuti blog ini dari awal pasti kalian akan tau apa itu SSH (Pengeen banget diikutin). SSH ini berjalan di port 22 protocol TCP,
Untuk menjalankan ini kita butuh aplikasi Putty untuk di di windows , 
Pertama buka Putty nya kemudian masukkan alamat IP Router dan pilih jenisnya SSH


Maka tampilannya adalah sebagai berikut , hampir sama seperti telnet , SSH juga berupa Clear text namun tingkat keamannya lebih tinggi daripada Telnet.


Oke itu dia tadi pembahasan tentang berbagai cara Meremote RB , Untuk masalah aplikasi mana yang mau digunakan itu tergantung selera anda. Mohon maaf apabila ada kekurangan di postingan saya ini
kalo ada yang kurang jelas monggo ditanyakan
Wassalam
AJON !

Rabu, 19 November 2014

On 18.08 by Unknown in , , ,    No comments

Okee Mas dan Mba broo seperti dijelaskan di postingan sebelumnya , di beberapa postingan selanjutnya saya akan membahas tentang beberapa kemanan dalam SSH di Debian ,
Untuk informasi lebih lanjut klik aja Link-link nyaaa ^_^

Ada beberapa cara agar fitur remote SSH kita menjadi lebih aman , dibawah ini adalah contoh yang ane tau

1. Mengubah Port SSH , dengan mengubah port maka hacker atau orang nakal akan lebih sulit untuk masuk ke dalam SSH ini ... Read More

2. Limit User Login , yaitu melimit jumlah user yang dapat login melalui SSH ini , jadi tidak semua orang bisa meremote secara bersamaan ... Read More

3. Menggunakan Autenthication Login , yaitu membuat setiap user yang login melalui remote SSH harus memliki script yang telah di buat di Puttygen ... Read More

4. Menggunakan Fail2Ban SSH , Fail2Ban adalah aplikasi/software yang dapat mengamankan suatu jaringan dari brute force attack ... Read More
On 17.56 by Unknown in , , ,    No comments

Assalamualaikum , selamat pagi dan selamat hari kamis untuk yang merayakan. Untuk menemani hari yang kurang cerah ini , ane selaku admin blog ini mau ngasih sedikit tutorial tentang keamanan SSH yaitu membuat Authentication User SSH. Authentication ini dibuat untuk megamankan SSH dengan cara membuat password authentikasi dan juga 'private key' untuk bisa mengakses SSH, Jadi tidak sembarang orang bisa login SSH.

Oke sebelum masuk tahap konfigurasi , lakukan persiapan berikut :

A. ALAT TEMPUR :

  • Puttygen
  • Putty
  • Client Windows
  • Server Debian
  • Makanan apapun asal minumnya tehbotolsosr*.
  • Berdoa sebelum memulai.
Untuk puttygen-nya bisa di download disini dan cari yang puttygen.exe

B. LANGKAH KONFIGURASI. 

Pertama kita buka puttygen yang tadi sudah didownload dari client , lalu klik generate dan goyang-goyangkan mouse pada bagian kotak kosong yang besar. Digoyangnya jangan terlalu keras yaa , kasian cursornya.


Setelah beberapa lama digoyang , maka puttygen-nya mulai tidak tahan dan mengeluarkan tampilan sebagai berikut ini , isikan key passphrase dan confirm passphrase -nya. Passphrase ini yang nantinya akan dijadikan password authentication saat login SSH.


Jika key-nya sudah dimasukkan , selanjutnya klik pada "Save Public Key" dan "Save private key" untuk menyimpan script authentication yang nantinya diperlukan saat login SSH. 


SAVE PUBLIC KEY


SAVE PRIVATE KEY

Setelah pasangan Public dan Private di save , lihatlah bagian kotak agak besar dibagian atas puttygen , ada kalimat-kalimat gak jelas tapi penting , COPY script tersebut dari awal (ssh-rsa) sampai bagian (==) , kalo kurang jelas liat aja gambar dibawah ini.



PENTING !!!!!!! Setelah script gak jelas itu dicopy , selanjutnya remote server debian dengan menggunakan putty. Kemudian login sebagai USER YANG AKAN DIBERIKAN AUTHENTICATION. Sebagai contoh saya menggunakan user TKJ . 
Setelah login buat direktori yang dihidden , disini saya membuatnya dengan nama .ssh , Tanda titik menandakan bahwa direktori itu akan di Hidden/sembunyikan. Buat hak akses nya menjadi 700 yang artinya hanya user tkj yang bisa mengakses full.
mkdir .ssh  
chmod 700 .ssh/ 

Selanjutnya buat file dengan nama authorized_keys didalam direktori .ssh 

touch authorized_keys


Kemudian edit file authorized_keys menggunakan editor kesayangan anda, dan Paste/Tempel kan script gak jelas dari puttygen yang tadi sudah dicopy. 
nano authorized_keys

PENTING !!!! SCRIPT YANG DIPASTEKAN DIBUAT MENJADI 1 BARIS 
Kemudian berikan hak akses 600 pada file authorized nya.
chmod 600 authorized_keys
Setelah itu kita mengkonfigurasi file sshd_config , sebelum megedit file sshd nya kita gunakan perintah su terlebih dahulu untuk berubah menjadi Bima Satria Garuda , eeeh maksudnya untuk menjadi root.


Kemudian edit file sshd_config , kemudian cari baris AuthorizedKeysFile , kemudian hilangkan tanda crash (#) .
nano /etc/ssh/sshd_config


 Kemudian cari juga baris PasswordAuthentication yes dan ubah menjadi no ini dimaksudkan agar saat login ssh tidak diminta password user , melainkan password authentication yang sudah dibuat di private key tadi.


Setelah itu save dan exit , kemudian restart SSH , jika error saat merestart coba periksa lagi konfigurasinya , pastikan hampir sama seperti langkah - langkah diatas.
/etc/init.d/ssh restart
C. PENGUJIAN DI CLIENT

Setelah selesai berpusing-pusing ria di server , tiba saatnya kita untuk mengujinya di client, Untuk pengujian langkah pertama yang harus dilakukan adalah buka putty kemudian klik pada bagian
SSH ---> Auth ---> Browse , kemudian masukkan private key yang tadi sudah di simpan .
INGAAAATT PRIVATE KEY .




Kemudian kembali ke bagian Session dan Remote IP Server Debian anda.


Setelah klik open , masukkan user yang tadi dibuat authentication , karena saya tadi menggunakan user TKJ maka login sebagai TKJ , dan masukkan Password AUTHENTICATION nya yang tadi dibuat di puttygen (key passphrase). Maka hasilnya seperti ini.


OKE sekian dulu tentang cara Membuat Authentication User SSH , semoga ilmu yang sedikit itu bermanfaat buat yang ngeliat blog ini , Amiiin Yaa Allah .
Tetap nantikan postingan postingan gak jelas dari blog ini. Wassalam
AJON.

Sabtu, 15 November 2014

On 06.31 by Unknown in , , ,    No comments


Assalamualaikum , selamat malam , selamat malam minggu buat yang merayakan dan buat yang jones semoga doa turun hujan nya dikabulin amiin. Ketemu lagi dengan admin blog gak jelas ini dalam acara 1 jam bersama AJON ( Admin Jones) wkwk . Buat menghibur dan memperindah malam minggu buat para admin jones ane bakal buat postingan masih mengenai SSH yaitu mengubah Banner Login SSH.

Dengan mengubah Banner Login kita tidak hanya mempercantik tampilan login tapi "KONON KATANYA" mempersulit hacker untuk membaca password kita , terlepas dari mitos itu ane buat ini buat menghibuar diri ane dan juga para AJON lainnya, oke langsung aja ke langkah konfig

LANGKAH KONFIGURASI

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan file issue.net dengan cara berikut .
nano /etc/ssh/sshd_config
Kemudian hilangkan tanda pagar di bagian Banner /etc/issue.net


Setelah itu kita edit file issue.net dengan perintah
nano /etc/issue.net
 Dan isikan dengan kata kata kita masing-masing , karena malem ini malem kelabu buat para jones yang mengharapkan hujan , ane kasih contoh banner tentang kegalauan hati ane sebagai AJON.


Setelah diubah save dan exit , kemudian restart SSH kita masing-masing.
/etc/init.d/ssh restart
Kemudian kita coba login menggunakan putty di user windows , jika berhasil maka hasilnya akan sama seperti yang tadi kita buat , ini contoh nya



OKE sekian dulu postingan yang mencurahkan isi hati ane malam ini wkwk ,
sampai ketemu lagi di postingan - postingan tidak jelas berikutnya
Wassalam waahai para JONES dan AJON .
On 05.43 by Unknown in , , ,    No comments


Assalamualaikum lagi mas broo , udah lama banget nih gak pernah ngeblog disebabkan karena banyaknya tugas dan persiapan mau PKL akhirnya nih blog gak pernah keurus , sampai akhirnya tau kalo mau PKL di tempat tertentu ada kriteria tertentu juga , salah satunya tentang postingan dari blog , oke tanpa basa basi dan banyak omong langsung aja sesuai judul postingan kali ini , ane mau ngebahas lagi tentang keamanan dalam SSH , yaitu Melimit user Login di SSH.

Maksud dari Melimit User adalah membatasi jumlah user yang login melalui SSH , misal saya melimit jumlah user yang login adalah 1 , jadi hanya 1 orang/admin saja yang bisa login , jika ada orang lain yang ingin login maka akses akan di denied. Paham ?? kalo kurang paham simak aja konfigurasi berikut ini ,


Langkah konfigurasi .

Pertama edit file limit.conf dengan perintah 
nano /etc/security/limits.conf
 Kemudian dibagian bawah ada nama user kita dan max login , silahkan ubah jumlah max login sesuai keinginan anda , disarankan lebih baik maxlogin diubah menjadi 1 saja , jadi ketika anda sedang mengakses user maka orang lain tidak akan bisa mengkases nya.


Setelah itu save dan exit , kemudian restart SSH anda masing-masing.
/etc/init.d/ssh restart

Taraaaaa selesai sudah konfigurasi melimit user login SSH di debian , silahkan dicoba login dengan 2 admin sekaligus maka salah satu nya pasti di denied.
Oke semoga ilmu yang sedikit ini bermanfaat Wassalam.

Rabu, 22 Oktober 2014

On 06.44 by Unknown in , , ,    No comments


Assalamualaikum mas broo yang lagi nyasar ke blog ane , sesuai judul postingan ane kali ini mau share sedikit tentang salah satu keamanan SSH yaitu dengan mengganti Port SSH di debian, hal ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan SSH dari tangan anak-anak. , (ciaelah penyalahgunaaan)

Oke langsung aje ke tahap konfignya ,

Edit file sshd_config , dengan perintah
nano /etc/ssh/sshd_config
Kemudian cari baris yang berisi tulisan Port 22 kemudian ubah angka portnya sesuka anda. Kemudian save dan exit.


 Setelah itu kita restart ssh nya dengan perintah
/etc/init.d/ssh restart

Setelah selesai kita lakukan ujicoba di client menggunakan putty , masukkan alamat ip server dan ubah portnya menjadi angka port yang tadi sudah diubah


Jika berhasil maka tampilannya akan sama seperti biasanya , atau kurang lebih seperti ini


Oke mas broo itu tadi sedikit penjelasan tentang keamanan SSH yaitu Mengubah Port SSH di Debian 7
Sampai ketemu di postingan berikutnya
On 06.14 by Unknown in , , ,    No comments


Waaaaa udah lama banget nih broo gak pernah update tulisan di blog gak jelas ini , karena banyak nya kegiatan dan tidak adanya kuota internet jadi mau gak mau vacum dulu beberapa minggu. Oke untuk membuka musim penulisan kembali blog ini ane mau ngejelasin sedikit tentang SSH dan instalasi + kemanannya di Debian 7 , tapi buat keamanan dibahas di postingan selanjutnya yaa

Oke Langsung aja ke penjelasan tentang SSH .
Jadi SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Dikembangkan pertama kali oleh OpenBSD project dan kemudian versi rilis p (port) di-manage oleh team porting ke sistem operasi lainnya, termasuk sistem operasi Linux.

Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Bentuk akses remote yang bisa diperoleh adalah akses pada mode teks maupun mode grafis apabila konfigurasinya mengijinkan.

TAHAP KONFIGURASI

Langkah pertama sebelum konfigurasi tentu saja menginstall paket SSH di debian 7
root@untung:~# apt-get install ssh

Setelah selesai menginstall kita perlu mencobanya di client , untuk client di windows kita bisa menggunakan Putty. Di bagian Host Name kita masukkan alamat IP Server dan port dari SSH setelah itu tinggal klik Open , mudah kaan ^_^


Setelah masuk kita tinggal masukkan user dan password nya , jika sudah maka hasilnya tidak jauh berbeda dengan gambar dibawah ini ,


Naah gimana , mudah kan untuk instalasi dan me remote server ?
Untuk beberapa postingan kedepan sepertinya saya akan membahas tentang kemanan SSH , jadi untuk yang butuh keamananya dilihat saja di postingan postingan berikutnya.

Kamis, 25 September 2014

On 04.32 by Unknown in , , , ,    2 comments


Iseng malem-malem ngerjain tugas buat kemanan SSH gak sengaja ketemu sama nih software , karena perintah dari guru ane akhirnya ane posting di blog , sebenernya ane gak suka ngeblog gan tapi karena tugas dari guru ane akhirnya mau gak mau ane jadi rajin ngeblog :'( ,
Wkkwkwk maaf jadi curhat , oke kembali ke materi postingan. Kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang konfigurasi Fail2ban untuk kemanan SSH di debian dan keturunannya.

Fail2ban adalah salah satu software open source yang digunakan untuk mencegah bruteforce login
untuk keterangan brute force silahkan di gugling aja :D. Jadi Fail2ban ini berguna sebagai keamanan SSH terhadap brute force attack .

Oke tanpa basa-basi langsung aja ke langkah konfigurasinya

1. Login sebagai root di debian anda

2. Kemudian install paket fail2ban dengan perintah apt-get install fail2ban


3. Lalu kita copy file jail.conf ke file jail.local


4. Kemudian edit file jail.local nya , ketikkan perintah nano /etc/fail2ban/jail.local


5. Setelah itu cari syntaks [DEFAULT] seperti gambar dibawah , kemudian rubah menjadi seperti gambar berikutnya .

DARI SEPERTI INI :

MENJADI SEPERTI INI :

KETERANGAN :

  • ignoreip: IP yang akan di masukkan ke list Jail , jadi fail2ban akan mengabaikan IP yang ada di dalam ignore ip , masukkan ip network anda di ignoreip ini. 
  • bantime : lama nya waktu sebuah ip terbanned ketika menggunakan bruteforce attack atau ketika salah login sebanyak maxretry
  • maxretry : banyaknya percobaan login sebelum ip tersebut di ban
6. Kemudian cari juga syntak [ssh] seperti gambar dibawah kemudian edit seperti gambar berikutnya

DARI SEPERTI INI :

MENJADI SEPERTI INI :

KETERANGAN :
  • Enabled : Bagian ini merujuk bahwa perlindungan SSH aktif.
  • Filter : Bagian ini secara default diatur ke sshd dan mengacu file konfigurasi /etc/fail2ban/filter.d/sshd.conf yang berisi aturan-aturan fail2ban
  • Action : Bagian ini digunakan untuk melarang alamat IP yang cocok di file /etc/fail2ban/action.d/iptables.conf. Jika server sobat memiliki setup mail, Anda dapat menambahkan alamat email, di mana fail2ban mengirimkan sobat sebuah email pemberitahuan setiap kali membanned alamat IP. Kemudian di kirim ke file /etc/fail2ban/action.d/sendmail-whois.conf.
  • LogPath : Lokasi di mana log fail2ban akan melacak.
  • Maxretry : Banyaknya percobaan login sebelum di ban
7. Setelah itu kita restart file2ban , ketikkan perintah /etc/init.d/fail2ban restart


8. Untuk mengecek apakah konfigurasi sudah berhasil atau belum kita liat iptables-nya , ketikkan perintah iptables -L , disana akan muncul iptables dari fail2ban


Atau bisa juga dengan menuliskan perintah fail2ban-client ping , jika reply nya adalah pong maka tandanya sudah berhasil.


9. Kemudian untuk melihat ssh login berikut dengan ip yang gagal login ssh ketikkan perintah cat /var/log/auth.log 


Dan ini lah log yang berjalan , bisa dilihat ip yang gagal login di ssh

Untuk melihat IP yang disudah ter-ban bisa dilihat di iptables -L , di paling bawah terlihat ip yang sudah di DROP 




Oke sekian dulu basa-basi sedikit tentang fail2ban untuk kemanan SSH di debian , 
Semoga bisa bermanfaat untuk yang membaca , Amiin
Sampai ketemu di postingan berikutnya vroooh :D